Rabu, 03 Agustus 2011

Poligami Berbeda Dengan Ijab Qobul Lagi

Ijab Kabul/Qobul sebenarnya bukan hanya dikenal dalam upacara akad nikah, tetapi juga dalam jual beli barang dan jasa. Dalam artian yang sempit adalah suatu kegiatan saling meng-iklas-kan atau saling setuju pada kegiatan tersebut yang dilandasi oleh hati serta dalam koridor aturan Allah SWT yaitu Tuhan kita.
Sekedar berbagi dalam acara diskusi kia sering rancu dengan kata nikah lagi, poligami, beristri lebih dari satu (bagi seorang pria). Hal semacam itulah yang menjadi rancu/ merusak reputasi dari suatu kegiatan, yang mana pada dasarnya adalah beda makna/arti. Sebahai contoh :
Kata Poligami (beristri banyak/ menikah lagi dengan wanita lain)itu berbeda dengan Ijab qobul nya saat pernikahan seorang muslim ( tolong dibedakan ya antara seorang muslim dengan seorang yang ber KTP Islam -red).
Dimana dalam Poligami belum tentu memenuhi aturan main yang ditetapkan Tuhan, jadi tolong dibedakan ya antara Poligami dengan Ijab Kabul/Qobul lagi dalam kontek pernikahan.
Sepintas pada mata manusia adalah sama yaitu sama-sama ber istri lebih dari 1, bedanya apa..???? simak baik2 dibawah ini :

Poligami adalah sekedar istilah yang hanya bermakna ber-istri lebih dari 1, tapi kata tersebut terlanjur campur aduk dalam bahasa kita sehari-hari, menjadikan arti rancu yang berakibat vatal.
Poligami dapat dilakukan oleh siapa saja, tapi untuk Ijab Qobul lagi harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.
poligami pada umumnya hanya berlandaskan nafsu, seperti halnya "kawin kontrak" yang terjai dibeberapa daerah. Landasan yang tidak berdasar Akhlaq yang baik mengakibatkan rusaknya reputasi istilah ber-stri banyak. Sebagai contoh nikah lagi hanya menuruti, nafsu, harta/uang dll ini yang tidak menuruti kaidah kemaslahatan masyarakat.
sedangkan Ijab Qobul lagi jelas tatanannya dalam agama, karena dapat dilihat langsung efek kemaslahatannya dalam kehidupan, klo hanya dituduh menuruti nafsu... coba simak baik-baik kalimat berikut :
Memberi nafkah lagi + beaya kesehatan + beaya pendidikan + hati dll, itu lebih berat dari pada sekedar dituduh nafsu (rendah sekali pola pikir orang yang bilang "sekedar nafsu"), belum lagi resiko Akhirat.
dan bayangkan bila seperti sekarang jumlah wanita produktif atau lewat produktif tidak sebanding dengan jumlah pria..???
bayangkan di masa tuanya..!!!! tanpa anak, tanpa suami...
ada yang bilang... "memberi uang kan ga harus menikahi" = Apa kata orang dong!!!!!
ngomong-ngomong peran pemerintah untuk mengatasi hal seperti diatas apa ya..???
marilah yang sadar dan yang baik... itu masalah kita dalam masyarakat mari kita selesaikan bersama

Kamis, 21 April 2011

Batubara Jauh Lebih Mematikan daripada Tenaga Nuklir

Dengan adanya krisis nuklir di Jepang, Jerman telah mematikan sementara 7 reaktornya dan Cina yang sedang membangun paling banyak PLTN di dunia ini telah menunda persetujuan bagi seluruh fasilitas barunya. Namun reaksi ini mungkin lebih dipengaruhi oleh politik daripada oleh ketakutan akan adanya suatu bencana yang membawa kematian.
Hal ini mungkin sedikit menghibur bagi mereka yang tinggal di sekitar Fukushima, tetapi memang tenaga nuklir membunuh jauh lebih sedikit orang dibandingkan dengan sumber energi lain, menurut sebuah kajian oleh International Energy Agency.
“Tak ada sanggahan,” kata Joseph Romm, seorang ahli energi di Center for American Progress di Washington DC. "Tidak ada yang lebih buruk daripada bahan bakar fosil dalam membunuh orang. "
Sebuah kajian tahun 2002 oleh IAE mengumpulkan studi-studi yang telah dilakukan untuk membandingkan jumlah kematian per unit listrik yang dihasilkan untuk beberapa sumber energi utama. Badan ini memeriksa siklus hidup masing-masing bahan bakar mulai dari ekstraksi hingga purna-pakai dan memasukkan kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan serta karena risiko jangka panjang akibat emisi atau radiasi. Nuklir muncul sebagai yang terbaik dan batubara adalah sumber energi yang paling mematikan. Penjelasannya terletak pada besarnya jumlah kematian yang disebabkan oleh polusi.
"Batubara pada seluruh siklus hidupnya menunjukkan jejak cidera, penyakit dan kematian, " kata Paul Epstein, direktur asosiasi dari Pusat Kesehatan dan Lingkungan Global di Harvard Medical School.
Partikel lembut dari PLTU batubara membunuh sekitar 13.200 orang setiap tahunnya di Amerika Serikat saja, menurut Boston-based Clean Air Task Force (Tile Tal/from Coal, 2010). Tambahan korban jiwa juga muncul dari dari kegiatan pertambangan dan pengangkutan batubara serta bentuk-bentuk polusi lain terkait dengan batubara.
Sebaliknya, International Atomic Energy Agency (IAEA) dan PBB memperkirakan jumlah korban mati karena kanker setelah krisis tahun 1986 di PLTN Chernobyl mencapai sekitar 9.000 orang. Bahkan, angka korban mati dari tenaga nuklir sebenarnya tidak seluruhnya terkait langsung dengan tenaga nuklir. Lebih dari separuh kematian berasal dari kegiatan pertambangan uranium, menurut IEA. Namun meskipun angka tersebut dimasukkan kedalam korban mati akibat tenaga nuklir namun jumlah korban keseluruhan tetap jauh lebih rendah dibandingkan dengan sumber bahan bakar lainnya.
Jadi, mengapa orang selalu terpaku pada tenaga nuklir ?
"Dari batubara kita menemukan suatu perkembangan siginifikan angka kematian tahun demi tahun yang selama ini tidak terlihat oleh kita, ini hal mengagetkan laksana serangan jantung, karena selama ini rilis nuklir dalam skala besar kita anggap sebagai bencana besar yang membawa banyak kematian seperti yang kita takutkan selama ini " kata James Hammitt dari Harvard Center for Risk Analysis di Boston.
Sekali lagi, persepsi populer ternyata salah. Ketika, pada tahun 1975, sekitar 30 bendungan di Cina tengah gagal akibat banjir, diperkirakan 230.000 orang meninggal. Hanya dengan kejadian tunggal ini saja jumlah kematian dari tenaga air jauh melebihi jumlah kematian dari seluruh sumber energi lainnya. Phil McKenna

Copy paste : Diterjemahkan oleh Sumarbagiono dari artikel “Coal is far deadlier than nuclear power” pada Majalah NewsScientist, ISSN 0262 4079, 26 Maret 2011, Reed Business Information Ltd.

Selasa, 30 November 2010

Dampak ciuman bebas

oleh faiqhr pada Juli 26, 2010, 08:25:00
Kissing Disease, nama resmi penyakit ini adalah Infectious Mononucleiosis. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Cytomelago. Virus ini terdapat di kelenjar air liur, air seni, lendir leher rahim, sperma, air susu ibu, dan darah.

Selain lewat berciuman, penularan penyakit ini juga dapat melalui transplantasi organ, donor darah, persalinan, serta oral seks. Diketahui bahwa virus ini sekerabat dengan Virus Herpes yang bersifat laten dalam tubuh manusia.

Hampir sebagian besar orang dewasa pernah disinggahi virus ini, umumnya ketika masih usia remaja. Di Amerika, virus ini banyak menyerang remaja putra usia 16-18 tahun, dan remaja putri usia 14-16 tahun atau rata-rata pada usia antara 15-25 tahun. Dikirakan karena pada usia sekian para remaja mulai melakukan aktifitas ciuman.

Gejala yang terjadi biasanya seperti gejala flu, yaitu demam, rasa tidak enak di tenggorokan, sering mengantuk, dan sebagainya. Tetapi gejala ini berlangsung dalam jangka yang lebih panjang, yaitu sekitar dua minggu. Dan tanpa disadari, hati dan limpa si pengidap akan membengkak.

Untuk mengetahui apakah seseorang mengidap penyakit ini atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan darah yang disebut TORCH. TORCH adalah kependekan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomelago, dan Herpes.

Penyakit Kissing Disease ini menyerang selaput otak (meningen). Jaringan otak menjadi layu, kemudian secara perlahan-lahan sel-selnya mengalami kematian. Hal yang umum terjadi adalah berkurangnya pendengaran, gangguan penglihatan, kelumpuhan, dsb.

Jika terdapat bagian sel otak yang mati, kemudian menyerang bagian motorik otak, maka yang seperti ini dapat mengakibatkan kelumpuhan. Dalam kasus kelumpuhan, mungkin tidak terjadi serta merta begitu saja. Biasanya, fase ini terjadi perlahan-lahan.

Selain Virus Cytomegalo, ada jenis virus lain yang berpotensi ditularkan lewat berciuman, antara lain Virus Epstein-Barr, Virus Herpes-6, Virus Hepatitis, Parasit Toxoplasma, dan Virus HIV penular AIDS sendiri.

Virus Cytomegalo, Herpes-6, dan Toxoplasma, selain mengancam si empunya virus, juga dapat mengancam anak dalam kandungan. Ini hanya jika si ibu mengidap virus tersebut ketika hamil. Anak dalam kandungan tersebut terancam kelainan jantung, cacat, tuli, hydrocephalus, bahkan meninggal dunia atau keguguran. Maka dari itu, setiap ibu yang sedang mengandung janin sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah TORCH.

Walaupun virus ini sangat berbahaya dan dapat mematikan janin, tetapi virus ini pada umumnya tidak sampai mematikan orang dewasa. Tetapi belakangan ini ditakutkan virus ini dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah koroner. Juga beberapa jenis virus yang dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner. Selain itu, ditemukan juga bahwa virus ini berpotensi menimbulkan penyakit kanker kelenjar getah bening (Hodgkin).

Tidak ada antivirus yang dapat diandalkan untuk menyembuhkan penyakit virus ini. Satu-satunya jalan yang harus dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ini adalah beristirahat total dan memulihkan sistem imun kita untuk melawan virus ini sendiri. Serta pada masa penyembuhan, pasien dilarang untuk berciuman dengan anak, istri, apalagi orang asing.

copy paste dari mas Faiqhr - Malang Jatim

PLTN vs Rokok

oleh Neutrino pada Juli 30, 2010, 12:00:00
Majelis Ulama Indonesia baru-baru ini mengeluarkan fatwa penting mengenai haramnya merokok. Fatwa ini menimbulkan kontroversi banyak pihak, satu sisi mendukung tentang haramnya rokok dari sisi medis, sedangkan yang di seberang menolak karena memandangnya bahwa fatwa tersebut belum urgent dan bisa mengancam industri rokok yag ada di daerah dan tentu berpotensi menambah pengangguran terbuka yang ada di Indonesia.

Lain hal, LBM NU Jateng dan PCNU Jepara pada 1 September 2007. Mubahatsah atau pembahasan yang diikuti sekitar 100 kiai dari wilayah Jateng memutuskan bahwa PLTN Muria hukumnya haram, mengingat dampak negatifnya lebih besar daripada dampak positifnya.

Lalu apa hubungan antara rokok dengan PLTN diatas? Keduanya difatwakan haram oleh ulama, meskipun masih mengundang kontroversi. Terlepas dari fatwa para ulama tersebut, sekarang kita akan membandingkan tingkat bahaya antara rokok dengan PLTN dilihat dari radioaktifitasnya.

Jika kita merujuk data dari US Departmen of Health, Division of Radiation Protection yang dikeluarkan tahun 2002, sinar kosmis menghasilkan dosis 26 mrem/tahun. Radioisotop di permukaan bumi mengandung 29 mrem/tahun. Gas Radon di Atmosfer mengambil kontribusi sebesar 200mrem/tahun. Dalam tubuh manusia pun memancarkan radiasi (dari Karbon - 14 dan Kalium - 40 ) sebesar 40 mrem/tahun. Sinar X untuk diagnosa kesehatan memberikan andil 39 mrem/tahun. Sedangkan aktivitas kedokteran nuklir lainnya memberikan 14mrem/tahun. Instrumen elektronik seperti TV, komputer memberikan 11 mrem/tahun. Dan sisa ledakan nuklir (fall out), reaktor nuklir, pesawat terbang memberikan 1 mrem/tahun. Sehingga total dosis yang diterima tiap manusia di AS secara rata-rata adalah 361 person mrem/tahun atau 0,3 person rem/tahun (1 rem = 1.000 mrem). Hal ini dipenuhi dengan syarat yang bersangkutan tidak merokok.

Sebagai catatan, PLTN dengan daya 1.000 MWatt menghasilkan dosis radiasi mencapai 4,8 person rem/tahun. Namun pemerintah AS membatasi agar pekerja PLTN dan sektor nuklir lainnya hanya menerima dosis maksimum sebesar 100 person mrem/tahun saja. Sementara dalam PLTU dengan daya 1.000 MWatt dengan tingkat radiasi 100 kali lebih besar (yakni 490 person rem/tahun), belum ditemui ada kebijakan yang sama.

Sedangkan untuk rokok ternyata diketahui mengandung Radioisotop Polonium-210. Ini akan menambahkan dosis ekivalen sebesar 29,1 person rem/tahun untuk manusia perokok. Dan akan didapatkan dalam jaringan epitel paru-parunya dosis sebesar 6,6 - 40 person rem/tahun. Sementara pada bronchiolus-nya sebesar 1,5 person rem/tahun.

Rokok ternyata tidak hanya mengandung polonium (210Po) namun juga timbal (210Pb), yang keduanya termasuk dalam kelompok radionuklida dengan toksik sangat tinggi. Po-210 adalah pemancar radiasi- α, sedangkan Pb-210 adalah pemancar radiasi-ß. Kedua jenis radiasi tersebut, terutama radiasi- α berpotensi untuk menimbulkan kerusakan sel tubuh apabila terhisap atau tertelan. Kejadian kanker paru pada perokok pun belakangan ditengarai lebih disebabkan oleh radiasi-α & bukan diakibatkan karena tar dalam tembakau.

Lalu, bagaimana bisa 210Po & 210Pb bisa sampai di rokok? Ternyata tanah, sebagai tempat tumbuh tanaman tembakau- bahan utama rokok, mengandung radium (226Ra). Radium ini adalah atom induk yang nantinya dapat meluruh dan dua di antara sekian banyak unsur luruhannya adalah 210Po & 210Pb. Melalui akar, 210Po & 210Pb pun terserap oleh tanaman tembakau. Hal ini bisa diperparah dengan penggunaan pupuk fosfat yang mengandung kedua unsur tersebut. Tentu saja ini menambah konsentrasi 210Po & 210Pb dalam tembakau.

Mekanisme lain dan yang utama, adalah lewat daun. Po-210 & Pb-210 terendapkan pada permukaan daun tembakau sebagai hasil luruh dari gas radon (222Rn) yang berasal dari kerak bumi & lolos ke atmosfer. Daun tembakau memiliki kemampuan tinggi untuk menahan & kemudian mengakumulasi 210Po & 210Pb karena adanya bulu-bulu tipis ~yang disebut trichomes~ di ujung-ujungnya.

Meski aktivitasnya cukup rendah (3 - 5 mili Becquerel/batang) - dibandingkan dengan ambang batas dosis mematikan Polonium-210 untuk manusia berbobot 80 kg yakni sebesar 148 juta Becquerel (4 mili Curie). Namun aktivitas merokok membuat Polonium-210 terhirup dan terdepositkan ke dalam paru-paru tanpa bisa diekskresikan secara langsung oleh tubuh mengingat sifatnya sebagai logam berat dan memiliki sifat kimiawi mirip Oksigen sehingga tidak bisa diikat oleh CO2 maupun ion HCO3- (kecuali ada perlakuan khusus dengan meminum pil EDTA misalnya, itupun diragukan apa bisa melakukan Polonium removal di paru-paru).

Jika diasumsikan perokok yang bersangkutan mengkonsumsi rata-rata 2 bungkus rokok/hari selama lima tahun tanpa terputus, akumulasi Polonium-210 nya sudah cukup mampu menghasilkan perubahan abnormal pada alvoeli. Dan jika konsumsi terus berlanjut tanpa terputus, maka dalam masa 10 - 15 tahun sejak awal menjadi perokok, perokok yang bersangkutan sudah sangat berpotensi menderita kanker paru-paru, seperti nampak pada penelitian di Brazil (berdasarkan tembakau setempat). Jika konsumsi dikurangi menjadi 1 bungkus rokok/hari tanpa terputus, maka baru dalam 25 - 30 tahun kemudian potensi menderita kanker paru-paru mulai muncul.

Jadi jika pekerja sektor nuklir mendapatkan radiasi 100 person mrem/tahun. Mereka yang bekerja di PLTU dan mereka yang merokok menerima paparan radiasi berkali-kali lipat lebih besar. Jadi wajar saja jika banyak mereka yang mati karena radiasi akibat rokok atau PLTU dibanding para pekerja dalam sektor nuklir.

Dan jika kita ingin lebih ekstrim lagi, sebenarnya para warga Semenanjung Muria (Kudus -Pati - Jepara), dimana disana banyak terdapat industri rokok dan juga beberapa PLTU, sebenarnya sudah menkonsumsi radiasi jauh-jauh hari bahkan sebelum PLTN dibangun.

Dari Berbagai Sumber

copy paste dari mas Tedy Nuklir - STTN

Sabtu, 16 Oktober 2010

Jogja 2004, Benarkah..???

Menyambung buletin - buletin sebelumnya tentang unsur Istavarium-1*.
Pernah anda kenal dengan unsur pembentuk tubuh kita..??? unsur-unsur tersebut mempunyai massa atom, begitu juga dengan inti atom nya (nuklir).
Bagai mana dengan unsur-unsur pembentuk tubuh Jin..??? sama seperti tubuh kita hanya saja beda unsur nya. Atom penyusun tubuh kita lebih besar dibanding atom penyusun tubuh Jin ( 1 meter = 1.10E10 Angstrom = 1.10E20 Ista ), Oleh sebab itu Jin mempunyai kecepatan lebih besar sehingga sulit untuk tertangkap indra penglihatan kita yang normal. Salah satu jenis unsur pembentuk tubuh Jin adalah Istavarium-1* (1,67.10E-37 Kg), sedangkan proton unsur penyusun tubuh kita bermassa 1,67.10E-27 Kg.

bersambung buletin IV

Rabu, 01 September 2010

Filosofi Pensil

dari pak aris-kimia.blogspot
Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup :
Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya.”
Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik.”
Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk meggunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.”
Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya,melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal -hal di dalam dirimu.”
Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan

Bagaimana caranya agar komunikasi di keluarga bisa efektif?

Copy dari blog temen, aris-kimia.blogspot
Bagaimana caranya agar komunikasi di keluarga bisa efektif? Ada lima hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Respek
Komunikasi harus diawali dengan saling menghargai. Adanya penghargaan biasanya akan menimbulkan kesan serupa (feedback) dari si penerima pesan. Orangtua akan sukses berkomunikasi dengan anak bila ia melakukannya dengan penuh respek. Bila ini dilakukan maka anak pun akan melakukan hal yang sama ketika berkomunikasi dengan orangtua atau orang di sekitanya.
2. Empati
Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri kita pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang lain. Syarat utama dari sikap empati adalah kemampuan untuk mendengar dan mengerti orang lain, sebelum didengar dan dimengerti orang lain.
Orangtua yang baik tidak akan menuntut anaknya untuk mengerti keinginannya, tapi ia akan berusaha memahami anak atau pasangannya terlebih dulu. Ia akan membuka dialog dengan mereka, mendengar keluhan dan harapannya.
Mendengarkan di sini tidak hanya melibatkan indra saja, tapi melibatkan pula mata hati dan perasaan. Cara seperti ini dapat memunculkan rasa saling percaya dan keterbukaan dalam keluarga.
3. Audibel
Audibel berarti "dapat didengarkan" atau bisa dimengerti dengan baik. Sebuah pesan harus dapat disampaikan dengan cara atau sikap yang bisa diterima oleh si penerima pesan. Raut muka yang cerah, bahasa tubuh yang baik, kata-kata yang sopan, atau cara menunjuk, termasuk ke dalam komunikasi yang audibel ini.
4. Jelas
Pesan yang disampaikan harus jelas maknanya dan tidak menimbulkan banyak pemahaman, selain harus terbuka dan transparan. Ketika berkomunikasi dengan anak, orangtua harus berusaha agar pesan yang disampaikan bisa jelas maknanya. Salah satu caranya adalah berbicara sesuai bahasa yang mereka pahami (melihat tingkatan usia).
5. Rendah Hati
Sikap rendah hati mengandung makna saling menghargai, tidak memandang rendah, lemah lembut, sopan, dan penuh pengendalian diri. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kelembutan itu apabila ada pada sesuatu ia akan memperindahnya, dan apabila ia tercerabut dari sesuatu akan tercelalah ia".